KEDAMAIAN | Terjemahan Kasidah Penyair Tunisia, Anis Chouchane | Oleh K.H. Ahmad Mustofa Bisri

. . 1 komentar:

a. mustofa bisri:

Terjemahan Kasidah Penyair Tunisia, Anis Chouchane
salam kedamaian bagi kalian
salam kedamaian bagi kami
salam kedamaian kepada kalian
salam kedamaian kepada kami

salam kedamaian bagi mereka yang menjawab salam
salam kedamaian bahkan bagi mereka yang tak menjawab salam

kedamaian atas nama tuhannya kedamaian
tuhan segenap hamba
allah tempat semua bersandar

kedamaian dimana kita dibesarkan
kedamaian yang diuli di tanah negeri ini
kedamaian dimana kita belum juga menetap di dalamnya
kedamaian yang tak kunjung menetap di dalam diri kita
kedamaian yang kita perhatikan mengemasi kopornya
untuk pelan-pelan meninggalkan tanahair kita
dan tempatnya digantikan oleh ketundukan dan kepasrahan
berislam tanpa islam di dalamnya
seolah-olah islamnya leluhur kita tak lagi ada artinya

tahukah kalian mengapa kedamaian meninggalkan kita?
tahukah kalian mengapa kegelapan menyelimuti kita?
sederhana saja; karena kita masyarakat yang selalu takut
kita adalah masyarakat yang selalu takut pada perbedaan
ucapan-ucapanku tak akan menyenangkan sebagian dari kalian
atau sebagian besar dari kalian
atau semua kalian. aku tahu.
tapi aku tetap akan mengatakannya
karena aku menolak menjadi bagian dari domba-domba

kita adalah masyarakat yang menolak mengakui
sebagai masyarakat yang masih hidup terbelakang
kita adalah masyarakat yang suka berteriak tanpa malu
dan mengaku sebagai pembawa pemikiran yang berbeda
kita adalah masyarakat yang suka membualkan kekosongan
dan mengaku sebagai masyarakat berbudaya

Huh, memuakkan sekali!

penerimaan terhadap perbedaan bagi kita
hanyalah kulit belaka
perbedaan warna saja mengusik kita
perbedaan corak mengusik kita
perbedaan pemikiran mengusik kita
perbedaan agama mengusik kita
bahkan perbedaan jenis kelamin pun mengusik kita
karena itu kita selalu berusaha melibas perbedaan yang ada pada kita
kita pun berubah menjadi racun dan malapetaka bagi sebagian kita

kita adalah masyarakat yang lebih dungu dari kedunguan
ya, kita masyarakat yang lebih dungu dari kedunguan itu sendiri
kita bertengkar soal-soal sepele, remeh-temeh, dan takhayul
dan selamanya menolak menyelam di kedalaman berpikir
aku tidak mengecualikan seorang pun
tidak kalangan sipil, tidak kalangan politisi, tidak mereka
yang menyerah pada ketololan diam
tidak mereka yang membebek barat bagai orang buta
tidak mereka yang ingin mengembalikan kejayaan
kekhilafahan, perbudakan, dan potong kaki silang

marilah kita sekarang mencoba menyelam dalam diri kita
dalam kedalaman diri kita
marilah kita mencoba memeluk jiwa-jiwa kita
marilah kita mencoba memeluk dalam jiwa-jiwa kita
perbedaan-perbedaan kita.

nah, inilah aku di depan kalian
dengan warna kulitku
dengan rambutku
dengan syairku
dengan gayaku
dengan pikiran-pikiranku

aku tidak takut kepada kalian
aku tidak takut perbedaan kalian mengenai diriku
karena aku bagian dari kalian
dan kalian bagian dariku

marilah kita mencipta seni
marilah kita menyelam ke dalam imajinasi
untuk melabuhkan kebudayaan tanpa kebebalan
agar kemajuan di wilayah kita
merupakan kekhilafahan tertinggi

marilah kita cairkan perbedaan budaya
etnis, kelompok-kelompok, pemikiran-pemikiran
warna-warna dan agama-agama
dan kita tidak melihat kecuali 
m a n u s i a

Klik di sini untuk melihat versi videonya.

1 komentar:

  1. Salam tanpa rasis dari kami rakyat Indonesia untukmu Anis Crouchane.

    BalasHapus

Tentang Situs Ini

Situs web ini merupakan situs web resmi Pondok Pesantren Sunan Sendang - Roudhotuttullab - Sendang Duwur. Semua konten tulisan insyaAllah ditulis secara langsung oleh Romo Yai Salim Azhar, tanpa mengurangi dan menambahi redaksi apa pun.

Bagi alumni atau siapa saja yang bersimpati dan ingin berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pesantren, silakan hubungi langsung Romo K.H. Salim Azhar di bagian Kontak Kami.

Arsip Situs

Label

Total Tayangan Halaman